Jangan Sampai Salah Kostum!
Turki merupakan
salah satu negara empat musim dan wisatawan dihimbau untuk membawa pakaian yang
sesuai dengan musim kunjungan, agar tidak terjadi “salah kostum”, sesuatu yang
akan menyusahkan diri sendiri. Meskipun banyak toko dan supermarket di Turki
menjual baju sesuai dengan musimnya, membeli baju tanpa perencanaan terlebih
dahulu akan membuat biaya perjalanan membengkak.
1.
Musim panas (Juni-Agustus)
Jika
berkunjung pada saat musim panas, bawalah pakaian yang berbahan kaos. Untuk
muslimah hendaklah membawa hijab dan mukena yang sejak dipakai. Jika berniat
berkunjung ke kota yang terkenal sangat panas ketika musim panas seperti
sanliurfa dan alanya, anda harus siap dengan suhu panas seperti arab saudi,
karena suhu paling panasnya dapat mencapai 50 derajat celcius. Namun musim
panas di Istanbul tidak akan sepanas ini, dengan kisaran suhu 30 – 35 derajat
celcius. Apalagi jika berkunjung ke ankara, karena kota ini dapat dibilang
sejuk, layaknya kota bandung di indonesia.
2.
Musim gugur (September – November)
Musim
gugur adlah waktu peralihan dari musim panas ke musim dingin yang biasanya
ditandai oleh gugurnya dedaunan pohon. Suhu udara memang masih terasa panas,
tetapi dingin sudah mulai menyapa dan hujan pun mulai beraksi. Pada musim ini,
wistatawan dianjurkan untuk membawa pakaian seperti pada musim panas, tetapi
tetap membawa jaket. Jadi jika cuaca mendadak dingin, jaket sudh siap.
3.
Musim dingin (Desember – Februari)
Berkunjung
pada saat musim dingin tentunya mengharuskan wisatawan untuk membawa pakaian
dan jaket yang tebal, sarung tangan, serta syal agar tidak kedinginan. Jangan
lupa juga membawa payung karena musim dingin rawan hujan. Suhu paling dingin di
istanbul dapat mencapai -1 derajat celcius. Tapi jika anda berniat untuk
bermain ski anda harus siap dengan suhu -35 derajat celcius. Ya, anda tidak
salah baca. Memang suhu serendah itu tidak dijumpai setiap hari, tapi selalu
ada kemungkinan bahwa suhu disana dapat mencapai sekian derajat. Jika
berkunjung ke alanya di musim dingin, suhu udara tidak akan mencapai nol
derajat. Matahari setia tersenyum di sana sepanjang musim dingin, karenanya di
tempat ini banyak turis eropa yang berkunjung dan mencari matahari.
4.
Musim semi (Maret – Mei)
Musim
semi peralihan dari musim dingin ke musim panas. Pada musim ini, bunga-bunga
mulai bermekaran. Cuaca musim dingin masih terasa, tetapi matahari musim panas
mulai beraksi. Sama seperti di musim gugur, cuaca musim semi seringkali tidak
menentu. Jadi, pada musim semi, wisatawan sebaiknya membawa baju musim panas
yang disertai dengan jaket untuk mengantisipasi cuaca dingin. Menurut penuliss,
musim semi adalah musim terbaik bagi para pelancong. Dengan cuaca yang tidak
terlalu panas dan tidak terlalu dingin, alias sedang – sedang saja, anda dapat
dengan bebas menikmati keindahan Turki tanpa harus merasa kepanasan atau
kedinginan.

Komentar
Posting Komentar