Sufi dan Whirling Dervishes: Spiritualitas Turki yang Mendalam
Apa Itu Sufisme?
Sufisme, atau tasawuf, adalah cabang mistik dalam Islam yang berfokus pada hubungan batin dengan Tuhan, pencarian makna hakiki kehidupan, dan penyucian jiwa. Di Turki, Sufisme berkembang sangat pesat sejak abad ke-13, terutama melalui sosok besar bernama Jalaluddin Rumi, seorang penyair dan tokoh sufi legendaris yang hidup di kota Konya.
Bagi para sufi, kehidupan adalah perjalanan spiritual menuju Tuhan. Mereka berusaha menghapus ego (nafs) dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta melalui dzikir, musik, puisi, dan kontemplasi.
Siapa Para Whirling Dervishes?
Whirling Dervishes atau "Mevlevi Order" adalah cabang Sufi yang didirikan oleh pengikut Rumi. Mereka dikenal melalui tarian ritual berputar yang disebut Sema. Gerakan ini bukan sekadar tarian biasa, melainkan bentuk ibadah dan mediasi spiritual.
Saat para darwis berputar, tangan kanan menghadap ke langit (sebagai simbol menerima berkah Ilahi) dan tangan kiri menghadap ke bumi (menyalurkan berkah itu ke dunia). Putaran mereka mencerminkan gerak alam semesta – rotasi planet, orbit bintang, dan tarian kosmik makhluk dalam kehendak Tuhan.
Makna di Balik Tarian Sema
Tarian Sema bukan untuk tontonan semata, tapi adalah bentuk doa yang hidup. Setiap gerakan memiliki filosofi:
-
Pakaian putih: simbol kain kafan, tanda kematian ego.
-
Jubah hitam: simbol dunia fana yang harus dilepaskan.
-
Topi tinggi (sikke): simbol batu nisan ego mereka.
Dengan berputar, para darwis memasuki kondisi transenden, melepaskan ego dan mendekatkan diri secara spiritual kepada Sang Pencipta. Suasana upacara Sema sangat khidmat, dengan musik ney (seruling bambu) yang mendayu, irama puisi Rumi, dan lantunan dzikir yang menyentuh hati.
Di Mana Bisa Menyaksikan Sema di Turki?
Jika Anda berkunjung ke Turki, Anda bisa menyaksikan pertunjukan Sema di beberapa tempat berikut:
-
Konya: kota kelahiran tarekat Mevlevi dan tempat makam Rumi. Setiap Desember diadakan Festival Rumi yang dihadiri ribuan peziarah dari seluruh dunia.
-
Istanbul: berbagai pusat budaya seperti Hodjapasha Culture Center menampilkan pertunjukan Sema secara rutin.
-
Bursa dan Ankara: juga memiliki komunitas Mevlevi yang aktif dengan kegiatan spiritual terbuka untuk umum.
Lebih dari Sekadar Tarian
Tradisi Sufi dan Whirling Dervishes di Turki bukan hanya warisan budaya, tapi juga cermin dari pencarian manusia akan makna hidup dan kedekatan dengan Tuhan. Meski zaman telah berubah, suara puisi Rumi dan tarian Sema tetap hidup, mengingatkan kita bahwa dalam dunia yang terus bergerak, ada nilai-nilai abadi yang patut direnungkan.
Jika Anda ingin menjelajahi Turki bukan hanya dengan mata, tapi juga dengan hati, maka memahami dunia Sufi dan menyaksikan Whirling Dervishes bisa menjadi pengalaman yang mengubah cara Anda memandang kehidupan.

Komentar
Posting Komentar