🕌 Perbandingan Budaya Turki dan Indonesia: Apa yang Bikin Kaget?

 

Saat pertama kali orang Indonesia datang ke Turki atau sebaliknya, tidak jarang mereka mengalami culture shock. Meski sama-sama negara dengan mayoritas penduduk Muslim, Turki dan Indonesia punya perbedaan budaya yang cukup mencolok. Yuk, kita bahas apa saja yang bikin kaget!

1. 🇹🇷 Sapaan dan Gaya Komunikasi: Langsung vs. Sopan

Di Indonesia, orang terbiasa menyapa dengan sopan dan menghindari kata-kata langsung agar tidak menyinggung perasaan. Sebaliknya, orang Turki cenderung blak-blakan dan to the point. Mereka tidak bermaksud kasar, tapi memang gaya komunikasinya begitu.

😲 Kaget? Ya, bisa saja orang Turki bilang, “Kamu gemukan ya sekarang?” dengan nada biasa saja—bukan mengejek, hanya mengamati!


2. 🧕 Cara Berpakaian: Berhijab atau Tidak?

Meskipun Turki adalah negara Muslim, tidak semua wanita mengenakan hijab. Di kota besar seperti Istanbul atau Izmir, pakaian modern dan terbuka adalah hal umum, bahkan di bulan Ramadan.

Sementara di Indonesia, khususnya di daerah mayoritas Muslim, berhijab adalah norma sosial yang umum dijumpai dan kadang dianggap bagian dari kesopanan.


3. 🍽️ Makan & Minum: Roti vs Nasi

Bagi orang Indonesia, nasi adalah makanan pokok. Belum makan kalau belum nasi!

Sebaliknya, di Turki, roti (ekmek) dan kadang kebab atau sup sudah cukup disebut makan. Dan jangan heran kalau minum teh hitam (çay) itu bisa lebih dari lima kali sehari!

😅 Kaget lagi? Orang Turki bisa minum teh meski cuaca 40 derajat!


4. 🕰️ Ketepatan Waktu: Santai vs Tepat

Budaya "jam karet" cukup dikenal di Indonesia. Acara bisa molor 15-30 menit dianggap wajar.

Namun di Turki, ketepatan waktu lebih dihargai. Datang terlambat 15 menit ke janji temu bisa dianggap tidak sopan, apalagi untuk urusan profesional.


5. 🏠 Hubungan Keluarga: Kolektif vs Individual

Orang Indonesia dikenal sangat kekeluargaan dan kolektif, bahkan setelah menikah, banyak yang tinggal dekat orang tua.

Turki juga punya nilai keluarga yang kuat, tapi lebih banyak orang hidup mandiri sejak muda, terutama di kota besar. Tinggal sendiri saat kuliah adalah hal umum di Turki.


6. 🕌 Suasana Keagamaan

Meski sama-sama mayoritas Muslim, suasana keagamaan di Turki lebih terpisah dari kehidupan publik karena pengaruh sekularisme. Azan memang berkumandang, tapi tidak ada ceramah di speaker masjid seperti di Indonesia.

Di Indonesia, suara azan dan tadarus bisa terdengar dari berbagai arah, apalagi di bulan Ramadan. Ini bisa jadi hal yang mengejutkan bagi orang Turki yang berkunjung ke Indonesia.


7. 🎉 Hari Libur Keagamaan

Hari raya seperti Idulfitri di Indonesia dirayakan besar-besaran: mudik, bagi THR, makan opor, dan silaturahmi berhari-hari.

Di Turki, Idulfitri (Ramazan Bayramı) juga dirayakan, tapi lebih sederhana, dan liburnya hanya 2–3 hari. Tidak semua orang pulang kampung, dan tradisi makan bersama tidak sebesar di Indonesia.


✈️ Kesimpulan: Beda Tapi Seru!

Setiap budaya punya keunikan masing-masing. Turki dan Indonesia mungkin berbeda dalam banyak hal, tapi sama-sama ramah dan hangat terhadap tamu. Perbedaan ini bukan halangan, justru membuat pengalaman lintas budaya makin kaya dan membuka wawasan.


💬 Bagaimana denganmu?

Kalau kamu pernah tinggal atau liburan ke Turki, bagian mana dari budaya mereka yang paling bikin kamu kaget atau kagum? Yuk, tulis di kolom komentar!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hal yang Disiapkan Sebelum ke Turki: Panduan Lengkap untuk Perjalanan Anda

Bekal dan Bakul Uang Jajan

Alternatif Tempat Menginap di Tujuan